13 Commandments

Terinspirasi dari buku The Happiness Project -nya Gretchen Rubin (yang aslinya belum kelar-kelar amat gue bacanya :p) dan karena kebetulan ini awal tahun, gue membuat 13 Commandments buat diri gue sendiri. Lame yah?

Well, gue sebenernya jarang banget bikin resolusi. Palingan seumur hidup cuma 2 kali. Kenapa? Mungkin karena gue merasa biasa-biasa aja sama hidup gue: tinggal dijalani. Mungkin juga karena gue terlalu lemah sama diri sendiri. Atau mungkin, yang lebih serem, gue nggak merasa kurang apa-apa. Kalo dipikir sedih juga kalo hidup kita, kita pasrahkan pertumbuhannya sama alam semata. Mungkin gue mesti lebih humble dan pelan-pelan bikin effort buat tumbuh lebih daripada biasanya. *mingsek*

Gue bikin 13 bukan karena ini tahun 2013 sih. Tapi memang sumpah nggak sengaja. Aslinya, dibukunya sih 12 doang, secara dalam setahun isinya cuma 12 bulan *facepalm*. Lah, gimana dong? Gue udah bikin 13 dan nggak bisa dikompres, secara intinya beda-beda. Mungkin habis ini gue pecah-pecah lagi jadi sub-resolusi, terus dikasih deadline ya? Nanti deh gue sort out.

1. Don’t be afraid to speak up your mind.

Kalo orang lain punya masalah gampang marah, gue punya masalah mendem marah. Gue masih nggak jelas sama boundary gue sendiri. Gue nggak tau kapan harusnya gue bilang nggak boleh sama orang lain. Gue gampang banget ngelihat masalah nggak dari 1 sisi aja. Jadi kadang-kadang gue dalem hati ngerasa ini orang salah sama gue, tapi otomatis gue juga punya perspektif lain yang ngasih orang lain itu excuses. Mungkin bagus buat ngertiin orang, tapi ya gitu deh, boundary gue jadi kabur. Nah, maunya sih pelan-pelan mulai bisa ‘marah’, lebih bisa stand up for myself, lebih tau bates mana yang nggak bisa dilewatin orang lain. Kalo udah bisa mikir ini orang salah, gue pengen berani ngomong instead of gue pendem sendiri.

2. Believe that you can’t control everything

Pernah nggak sih lu jalan di public place dengan santai dan pedenya, tapi setelah berkaca ternyata ada cabe nemplok di muka lu somewhere? Nah, rasanya kayak gitu deh. Gue tau gue memang nggak bisa dibilang penurut, yang dibilangin ini itu langsung iya. Tapi, daaaamn… gue nggak bayangin kalo gue tuh se-stubborn ini. Kalo dipikir, mungkin karena akarnya dari sifat gue yang ambisius. Di satu sisi kehidupan mungkin sikap gue yang nyolot ini berguna, tapi di lain sisi ngerugiin gue juga. Jadi mulai hari ini gue mau lebih terbuka dan lebih humble bahwa gue juga bisa salah, coba jadi less stubborn, stop thinking that most people are stupid, dan lebih terbuka untuk lebih mengenal orang.

3. Earn and save more money

Most people bilang gue earn lebih banyak dari pada orang-orang seumuran gue. Tapi dibalik itu, gue juga spend kebanyakan. Cita-citanya, sedikit demi sedikit mau dibalik, earn lebih banyak dan spend lebih wisely. Ada beberapa tricks yang gue pikir bisa membantu: daily catering instead of eating out everyday, less bubble tea and frozen yoghurt, post more advertising, arrange a better schedule, and stop buying small craps.

4. Travel more

Duit yang tadi disimpen, salah satunya pengen dibuat jalan-jalan. Sendiri atau sama siapa aja yang penting orangnya fun.. yuk mari.

5. Be less careless

Ok, gue akuin gue terlalu sering rely on miracles and luck sehari-hari. Misalnya, dompet dan HP nggak dilihatin, tas dibiarin terbuka, band mobil gundul masih diajak ke luar kota. Betul sih, nggak ada apa-apa. Cuma kalo dipikir ternyata mengkhawatirkan juga ya. Lebih parah lagi, kadang-kadang gue tau sesuatu yang bisa datengin hal buruk, tapi gue biarin aja. D:

So, ini list buat reminder gue mulai hari ini: bring condom, always sly your bags, take notes, always keep a to-do list, do not ignore warnings and bad news, be more aware, think more about your weakness, fix things, do your excel more carefully.

6. Learn more

Read more books, learn better english, continue learning Mandarin and Japanese if possible, learn other instrument better, don’t be afraid to ask for help.

7. Do not procrastinate

Sering banget gue mendapati diri sendiri mager (males gerak) di depan komputer, tidur-tiduran main FB dan 9gag seharian. Well, mesti dikasih takaran juga kali ya.

8. Priorities!

Kadang-kadang yang kita pengenin belum tentu jadi apa yang kita butuhin. Salah satu kelemahan gue, gue tau mana prioritas, tapi males ngikutinnya sendiri. Mesti mulai untuk lebih ngeduluin kebutuhan daripada kepengenan.

9. Try new things

Gue sering secara gak sadar membatasi diri dari hal0hal yang belum gue tau. Contoh kecil aja, seperti makanan, kelihatan pedes ga mau coba. Padahal sebenernya waktu dicoba enak juga. Ini yang bisa bikin gue missing out things.

10. Make more ‘real’ friends.

Kebanyakan di depan komputer dan udah kebiasaan, gue punya temen-temen yang awalnya ketemu dulu dari alam maya. Sulitnya, beberapa engga pernah ketemu, dan yang pernah ketemu pun sulit untuk dimaintain karena jarak. Sementara, gue beralibi sibuk untuk ketemu dengan temen-temen yang ada di sekitar gue. It’s ok to have online friends, but they can’t replace concrete friends.

11. Do not expect praise or appreciation

Ini masalah semua orang sih sebenernya. Cuman ngga semua orang sadar. Waktu kita melakukan sesuatu yang baik, sering kali motif kita sebenernya untuk cari apresiasi. Walaupun ngga obvious, tapi kita sejujurnya pengen orang lain untuk melakukan kebaikan yang sama buat kita. Ini nggak sehat karena kita justru bakal ngasih burden yang lebih besar buat orang lain. Cara ngeberesinnya, ya udah, lakuin sesuatu karena keinginan lu, bukan karena lu lakuin buat orang lain. Kesannya selfish, tapi kalo dipikir lebih dalem, sebenernya justru less selfish.

12. Be less emotional

Gautama bilang, supaya kekecewaan bisa diminimalisir, attachment mesti ditekan juga kadarnya. So, try to not to be attached to anything. Things end and it’s okay. When you feel attached to something, be aware and cut it. Don’t sweat small things. Be less jealous. Do not put too much effort to people. Cuma orang-orang yang ngga merlakuin lu seperti option yang berhak di beri prioritas.

13. Do it yourself

Punya embak di rumah emang super convenient. Ranjang di tatain, lemari diberesin, piring dicuciin. Ros, kalo mau beneran pindah ke negeri orang, rumah lu nanti mau jadi apa?? Pelan-pelan dibiasain ngerjain apa yang perlu dikerjain sendiri. Anggep aja si embak ngga ada.

Ok I’m done listing. Deadline lagi dibikin. Sabar.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s